Wajibnya Beriman Pada Risalah Nabi Muhammad

Siapapun yang meninggal dunia belum pernah mendengar dan tidak beriman pada risalah Nabi Muhammad berupa Al-Quran dan Al-Hadist, apakah orang Yahudi atau Nasrani, maka ia wajib masuk neraka.

Artinya, agama Islam yang berlandaskan Kitabillah dan Sunnah Nabi ini memansuh / menggugurkan semua agama atau syariat sebelum Islam.

Barangsiapa meninggal dunia tidak beriman pada Allah dan Rasulullah maka sia-sialah / tidak bermanfaat seluruh amalannya di dunia.

باب وجوب إيمان أهل الكتاب برسالة الإسلام
240 – (153) حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ: وَأَخْبَرَنِي عَمْرٌو، أَنَّ أَبَا يُونُسَ، حَدَّثَهُ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ»

Abi Hurairah meriwayatkan: Sesungguhnya Rasulalloh sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Demi Allah yang jiwaku ada di TanganNya, tak seorangpun dari umat ini, yahudi atau nasrani, yang belum mendengarkan saya, kemudian mati dan belum beriman dengan yang aku diutus, kecuali mereka termasuk penghuni NERAKA”.
[Hadist Shohih Muslim No. 240 – (153) Kitabul Iman]

365 – (214) حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، عَنْ دَاوُدَ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، ابْنُ جُدْعَانَ كَانَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ يَصِلُ الرَّحِمَ، وَيُطْعِمُ الْمِسْكِينَ، فَهَلْ ذَاكَ نَافِعُهُ؟ قَالَ: ” لَا يَنْفَعُهُ، إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا: رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ “

Aishah bertanya: “Wahai Rasulalloh, Ibnu Jud’aan dulu pada masa jahiliyah menyambung famili, memberi makan orang miskin, apakah semua amalan itu bermanfaat baginya?”

Nabi menjawab: “Tidak manfaat baginya, karena ia tidak pernah berdoa di dunia: “Wahai Tuhanku ampunilah segala kesalahanku pada hari kiamat”.
[Hadist Shohih Muslim No. 365 – (214) Kitabul Iman]

Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s