Ziarah Kubur

Rasulullah sholallohu alaihi wasallam mensunahkan ziarah / mengunjungi kubur. Hadist Ibnu Majah No. 1572 Kitabu Janaiz mengisahkan Nabi Muhammad berziarah ke makam ibunda beliau.

Saat ziaroh itu Rasulullah menangis diikuti oleh para sahabat disekelilingnya karena Allah Ta’ala mengizinkan Rasulullah berziarah ke makam ibundanya namun melarang memohonkan ampunan karena ibu beliau meninggal dalam keadaan jahiliyah.

Hadist tersebut mengandung makna:

  1. Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah, ziarah kubur bisa dilakukan ke makam keluarga sendiri baik yang beriman maupun yang mati keadaan kafir, tidak harus ke makam wali-wali, syech-syech, tokoh-tokoh tertentu atau makam-makam yang dikeramatkan.
  2. Kaum Muslimin agar tidak mendoakan orang kafir atau orang musrik yang sudah mati, sekalipun itu keluarga sendiri.
  3. Tujuan ziaroh kubur adalah semata-mata agar kaum Muslimin ingat kematian dan selalu ingat akan kehidupan akhirat setelah mati.
  4. Ziaroh kubur tidak dibenarkan dengan niat mencari berkah, syafaat atau mendapatkan manfaat atau kemulyaan dari si mayit.
  5. Tidak disunahkan berziarah kubur pada hari-hari tertentu, menganggap hari tertentu itu memiliki kefadholan dibanding hari lain dan juga tidak dibenarkan menabur kembang (nyekar) atau berbagai ritual lainnya saat berziarah kubur.
1572 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ كَيْسَانَ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: زَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْرَ أُمِّهِ، فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ، فَقَالَ: «اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي فِي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا، فَلَمْ يَأْذَنْ لِي، وَاسْتَأْذَنْتُ رَبِّي فِي أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأَذِنَ لِي، فَزُورُوا الْقُبُورَ، فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الْمَوْتَ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

Abi Hurairah meriwayatkan: Nabi sholallohu alaihi wasallam mengunjungi kuburan ibu beliau, maka beliau menangis dan orang-orang di sekelilingnya juga menangis.

Maka Nabi bersabda: “Saya minta izin pada Tuhanku memohonkan ampun bunda namun Allah tidak mengizini. Dan saya mohon izin pada Tuhanku menziarahi makam bunda dan Allah mengizini.

Maka ziarah kuburlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur mengingatkan kalian pada kematian”.
[Hadist Ibnu Majah No. 1572 Kitabu Janaiz]
 

Larangan Ziarah Kubur bagi Wanita

Sunah berziarah kubur adalah khusus bagi orang Islam laki-laki, sedangkan wanita dilarang berziarah / mendatangi kubur, sebagaimana tersebut dalam Hadist Ibnu Majah No. 1576 Kitabu Janaiz.

1576 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ الْعَسْقَلَانِيُّ أَبُو نَصْرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ طَالِبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: «لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زُوَّارَاتِ الْقُبُورِ»
__________
[حكم الألباني] حسن

Abi Hurairah meriwayatkan: ”Rasulullah sholallohu alaihi wasallam melaknati wanita yang berziarah kubur”.
[Hadist Ibnu Majah No. 1576 Kitabu Janaiz]

Iklan

One response to “Ziarah Kubur

  1. Alhamdulillah jazakumullah choiran

    M. Yoshioka

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s