Sujud Sahwi

Lupa dan ragu adalah kodrat manusia, termasuk dalam menjalankan ibadah sholat.

Keraguan pertama dalam sholat pada umumnya adalah soal hadast, kentut. Perasaan was-was merupakan bisikan setan agar manusia ragu-ragu dan putus asa akan keabsahan ibadahnya. Seorang Muslim hendaknya tidak mudah punya perasaan was-was dirinya batal kecuali benar-benar mendengar bunyi kentut itu atau mencium baunya.

Keraguan kedua adalah masalah jumlah rakaat. Apabila kita ragu terhadap jumlah rakaat yang telah kita kerjakan, antara 3 rakaat atau sudah 4 rakaat, maka hendaklah membuang keraguannya dan meyakini jumlah yang paling sedikit yaitu 3 rakaat dan menambah 1 rakaat kemudian mengerjakan sujud sahwi 2 sujudan di akhir sholat.

Seandainya rakaatnya kelebihan jadi 5 maka sujud sahwi menggenapi jumlah rakaat dan seandainya keyakinannya benar maka tambahan 2 sujud sahwi adalah menjadi penyesalan bagi syaitan.

Dua sujud sahwi bisa dikerjakan waktu duduk setelah membaca tahiyat akhir sebelum salam atau sesudah salam.

1026 – حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى ثَلَاثًا أَوْ أَرْبَعًا، فَلْيُصَلِّ رَكْعَةً، وَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ [ص:270] التَّسْلِيمِ، فَإِنْ كَانَتِ الرَّكْعَةُ الَّتِي صَلَّى خَامِسَةً شَفَعَهَا بِهَاتَيْنِ، وَإِنْ كَانَتْ رَابِعَةً، فَالسَّجْدَتَانِ تَرْغِيمٌ لِلشَّيْطَانِ» .
__________
[حكم الألباني] : صحيح

Sesungguhnya Rasulullah sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Ketika kalian ragu dalam sholat dan tidak sadar sudah berapa rakaat, tiga atau empat, maka tambahilah 1 rakaat, dan sujudlah dua sujudan ketika kamu duduk sebelum salam, seandainya jumlah rakaatmu menjadi 5, dua sujudan itu menggenapkan, dan jika sholatmu benar 4 rakaat maka sujud sahwi itu merupakan kerugian buat syaiton”.
[Hadist Sunan Abi Dawu No. 1026 Kitabu Sholah]

98 – (361) وَحَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، ح، وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ جَمِيعًا عَنِ ابْنِ عُيَيْنَةَ – قَالَ عَمْرٌو: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدٍ، وَعَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ، عَنْ عَمِّهِ شُكِيَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الرَّجُلُ، يُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهُ يَجِدُ الشَّيْءَ فِي الصَّلَاةِ، قَالَ: «لَا يَنْصَرِفُ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا، أَوْ يَجِدَ رِيحًا» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ فِي رِوَايَتِهِمَا هُوَ عَبْدُ اللهِ بْنُ زَيْدٍ

Seorang laki-laki melapor pada Nabi sholallohu alaihi wasallam, dibayang-bayangkan padanya kalau-kalau ia bataldalam sholatnya. Nabi menjawab: “Jangan engkau bubar sampai engkau mendengar suara (kentut) atau mencium baunya”.
[Hadist Shohih Muslim No. 98 – (361) Kitabu Haid]

Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s