Sholat dan Doa Istisqo’, Minta Hujan

Ketika mengalami kekeringan, hujan lama tidak turun hingga ancaman paceklik maka kaum Muslimin dianjurkan melaksanakan sholat dan berdoa minta hujan yang dikenal dengan istisqo’.

Ada tiga macam cara minta hujan:

  1. Sholat dua rakaat dan memanjatkan doa minta hujan.
  2. Berdoa minta hujan ketika sholat jum’at
  3. Berdoa minta hujan saja tanpa sholat

Hadist Abi Dawud No. 1173 Kitabu Sholah menjabarkan tata cara Sholat Istisqo’ seperti dicontohkan oleh Rasulullah sholallohu alaihi wasallam:

  1. Menyiapkan mimbar di tanah lapang
  2. Khutbah di mimbar
  3. Memuji dan menyanjung Allah dengan rendah hati dan penuh harap (ndepe-ndepe)
  4. Berdoa dengan mengangkat kedua tangan tinggi
  5. Memindah posisi selendang dari kiri ke kanan
  6. Sholat 2 rakaat dengan mengeraska bacaan
1161 – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ ثَابِتٍ الْمَرْوَزِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ، عَنْ عَمِّهِ، «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، خَرَجَ بِالنَّاسِ لِيَسْتَسْقِيَ فَصَلَّى بِهِمْ رَكْعَتَيْنِ، جَهَرَ بِالْقِرَاءَةِ فِيهِمَا، وَحَوَّلَ رِدَاءَهُ، وَرَفَعَ يَدَيْهِ، فَدَعَا وَاسْتَسْقَى وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ»
__________
[حكم الألباني] : صحيح

Paman Abad Abad bin Tamim mengisahkan: “Sesungguhnya Rasulullah sholallohu alaihi wasallam keluar rumah bersama manusia untuk minta hujan, maka beliau sholat 2 rokaat bersama mereka dengan mengeraskan bacaan, memindahkan selendangnya, dan mengangkat kedua tangannya, maka beliau berdoa dan minta hujan dan menghadap kiblat”.
[Hadist Sunan Abi Dawud No. 1161 Kitabu Sholah]
 

Doa-doa dan Dzikir Minta Hujan

«الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَلِكِ يَوْمِ الدِّينِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ اللَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ، أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ، وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ»

Artinya:
“Segala puji bagi Allah Tuhannya Alam semesta yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Raja pada hari kiamat. Tidak ada tuhan selain Allah, Allah berbuat apa-apa yang menghendaki,

Ya Allah engkau adalah Allah, tidak ada tuhan selain Engkau yang Maha Kaya dan kami adalah manusia-manusia miskin, turunkanlah hujan pada kami, dan jadikanlah apa-apa yang Engkau turunkan sebagai kekuatan dan kabar gembira pada masanya”.
[Hadist Sunan Abi Dawud No. 1173 Kitabu Sholah]

«اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا، مَرِيئًا مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ»

Artinya:
“Ya Allah hujanilah kami dengan hujan yang menyegarkan, yang menghapus penderitaan, yang bermanfaat namun tidak membahayakan, sesegera mungkin dan jangan ditunda”.
[Hadist Sunan Abi Dawud No. 1169 Kitabu Sholah]
  

Doa Istisqo Dalam Khutbah Jum’at

Doa minta hujan juga bisa dipanjatkan dalam khutbah Jum’at.

Di Hadist Shohih Bukhari No. 1013, Anas bin Malik meriwayatkan: Seorang laki-laki masuk masjid pada hari Jum’at dari pintu lurusnya mimbar sedangkan Rasulullah sedang berdiri berkhutbah. Rasulullah menghadap pada si rojul dengan berdiri.

Si Rojul berkata: “Wahai rasulullah, ternak kami rusak dan jalan-jalan banyak yang retak, berdoalah mohon hujan pada Allah”.

Rasulullah sholallohu alaihi wasallam langsung mengangkat tangannya dan berdoa: “Ya Allah hujanilah kami, ya Allah hujanilah kami, Ya Allah hujanilah kami”.

Anas terus mengatakan: “Demi Allah saya tidak melihat awan di langit, tidak ada mendung dan tidak ada suatu apapun, tidak ada di antara kami dan bukit dan diantara rumah dalam perkampungan”.

Anas melanjutkan: “Tiba-tiba muncul mendung dari belakang gunung seperti perisai, maka ketika itu mendung bergerak di langit dan menyebar kemudian turun hujan.

Demi Allah saya tidak melihat matahari selama enam hari

Kemudian Rajul masuk lewat pintu yang sama pada Jum’at berikutnya, ketika Rasulullah sedang berdiri berkutbah menghadap pada rojul”.

Rojul berkata: “Wahai Rasulullah, harta kami banyak rusak dan jalan-jalan jadi rusak, berdoalah pada Allah agar menghentikan hujan”.

Maka Rasulullah mengangkat kedua tangannya kemudian berdoa: “Ya Allah, hujani sebelah kami jangan di atas kami, Ya Allah hujanilah bukit dan gunung, rumput dan semak belukar, hutan dan tumbuh-tumbuhan”.

Maka hujanpun reda dan kami keluar berjalan di bawah matahari.

1013 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ، قَالَ: أَخْبَرَنَا أَبُو ضَمْرَةَ أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَذْكُرُ أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ يَوْمَ الجُمُعَةِ مِنْ بَابٍ كَانَ وِجَاهَ المِنْبَرِ، وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمٌ يَخْطُبُ، فَاسْتَقْبَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ: هَلَكَتِ المَوَاشِي، وَانْقَطَعَتِ السُّبُلُ، فَادْعُ اللَّهَ يُغِيثُنَا، قَالَ: فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا» قَالَ أَنَسُ: وَلاَ وَاللَّهِ مَا نَرَى فِي السَّمَاءِ مِنْ سَحَابٍ، وَلاَ قَزَعَةً وَلاَ شَيْئًا وَمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ سَلْعٍ مِنْ بَيْتٍ، وَلاَ دَارٍ قَالَ: فَطَلَعَتْ مِنْ وَرَائِهِ سَحَابَةٌ مِثْلُ التُّرْسِ، فَلَمَّا تَوَسَّطَتِ السَّمَاءَ، انْتَشَرَتْ ثُمَّ أَمْطَرَتْ، قَالَ: وَاللَّهِ مَا رَأَيْنَا الشَّمْسَ سِتًّا، ثُمَّ دَخَلَ رَجُلٌ مِنْ ذَلِكَ البَابِ فِي الجُمُعَةِ المُقْبِلَةِ، وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمٌ يَخْطُبُ، فَاسْتَقْبَلَهُ قَائِمًا، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ: هَلَكَتِ الأَمْوَالُ وَانْقَطَعَتِ السُّبُلُ، فَادْعُ اللَّهَ يُمْسِكْهَا، قَالَ: فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: «اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا، وَلاَ عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالجِبَالِ وَالآجَامِ وَالظِّرَابِ وَالأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ» قَالَ: فَانْقَطَعَتْ، وَخَرَجْنَا نَمْشِي فِي الشَّمْسِ قَالَ شَرِيكٌ: فَسَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ: أَهُوَ الرَّجُلُ الأَوَّلُ؟ قَالَ: «لاَ أَدْرِي»

[Hadist Shohih Bukhari No. 1013 Kitabu Jumu’ah

Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s