Jual Beli Secara Inden

Hadist Sunan Nasa’i No. 4614 Kitabul Buyu’ mengisahkan pada masa Rasulillah dan para sahabat telah dilaksanakan jual beli secara inden, yaitu pembeli membayar lebih dahulu dan penjual menyerahkan barang menyusul kemudian.

Pembayaran di awal transaksi hukumnya sebagai pinjaman / hutang penjual kepada pembeli, karenanya pembelian macam ini dalam AL-Hadist disebut “as-salam” atau ”as-salaf”, yang berarti hutangan atau pinjaman.

Termasuk pembelian inden yaitu membeli buah-buahan atau hasil pertanian / perkebunan yang masih dipohon atau hasil panen yang akan datang.

Prinsip pembelian inden hasil tani / kebun adalah:

  1. Nilai / harga barang dan timbangan / takarannya telah disepakati atau disetujui bersama tidak boleh secara borongan.
  2. Inden hasil tani atau perkebunan cukup satu kali masa panen TIDAK BOLEH inden untuk masa panen dua tahun atau tiga tahun berikutnya, sebagaimana tertuang dalam Hadist Sunan Nasa’i No. 4616 Kitabu Buyu’.
4614 – أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي الْمُجَالِدِ قَالَ: سَأَلْتُ ابْنَ أَبِي أَوْفَى عَنِ السَّلَفِ قَالَ: «كُنَّا نُسْلِفُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ، وَعُمَرَ فِي الْبُرِّ وَالشَّعِيرِ وَالتَّمْرِ إِلَى قَوْمٍ لَا أَدْرِي أَعِنْدَهُمْ أَمْ لَا» وَابْنُ أَبْزَى قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ
__________
[حكم الألباني] صحيح

Abdillah bin Abi Mujalid bertanya pada Ibnu Abi Aufa tentang pembelian inden,

Ibnu Abi Aufa menjawab: “Kami pernah membayar dahulu / memberi hutangan pada masa Rasulillah sholalllohu alaihi wasallam dan Abu Bakar, dan Umar untuk gandum pada suatu kaum yang kami tidak tahu ada barang nya atau tidak di sisi mereka”.
[Hadist Sunan Nasa’i No. 4614 Kitabul Buyu’]

4616 – أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ: قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَهُمْ يُسْلِفُونَ فِي التَّمْرِ السَّنَتَيْنِ وَالثَّلَاثَ فَنَهَاهُمْ، وَقَالَ: «مَنْ أَسْلَفَ سَلَفًا فَلْيُسْلِفْ فِي كَيْلٍ مَعْلُومٍ، وَوَزْنٍ مَعْلُومٍ إِلَى أَجَلٍ مَعْلُومٍ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

Ibnu Abas meriwayatkan:

“Ketika Rasulullah sholallohu alaihi wasallam datang di kota Madinah, para warga memberi pinjaman dalam kurma untuk dua tahun dan tiga tahun panen maka Nabi melarang mereka”.

Dan Nabi bersabda: “Barang siapa meminjami dengan pinjaman maka hendaklah memberi hutangan dengan takaran yang disepakati, timbangan yang jelas, dan batas waktu yang sama-sama diketahui”.
[Hadist Sunan Nasa’i No. 4616 Kitabu Buyu’]

Iklan

One response to “Jual Beli Secara Inden

  1. Apakah kita membeli/belanja sesuatu yg online
    Di perbolehkan atau tidak humumnya ???
    Alhmdllh jaza kallohu khoiro

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s