Author Archives: Pengajian LDII

Sholat Jama’ Siri

Salah satu kemurahan dalam Islam adalah diperbolehkannya melaksanakan 2 sholat dalam satu waktu yang disebut dengan sholat jama’.

Shalat-shalat yang biasa digabung waktunya adalah: shalat dhuhur dengan ashar dan maghrib dengan isya’.

Hadist Abi Dawud No. 1211 Kitabu Sholah menceritakan Rasulullah pernah melaksanakan sholat jama’ / menggabung sholat dhuhur dengan sholat ashar dan maghrib dengan isya’ di rumah tanpa ada udzur apapun.
Baca lebih lanjut

Iklan

Sujud Sahwi

Lupa dan ragu adalah kodrat manusia, termasuk dalam menjalankan ibadah sholat.

Keraguan pertama dalam sholat pada umumnya adalah soal hadast, kentut. Perasaan was-was merupakan bisikan setan agar manusia ragu-ragu dan putus asa akan keabsahan ibadahnya. Seorang Muslim hendaknya tidak mudah punya perasaan was-was dirinya batal kecuali benar-benar mendengar bunyi kentut itu atau mencium baunya.
Baca lebih lanjut

Qunut Nazilah

Qunut nazilah adalah doa minta perlindungan dan keselamatan buat kaum Muslimin dan melaknat kaum yang mendzalimi / memerangi umat Islam.

Doa qunut nazilah dilakukan dalam sholat wajib 5 waktu saat berdiri dari rukuk sesudah bacaan “sami’allohu liman hamidahu”.

Hadist Muslim Bab No. 54 Kitabu Al Masjidi wa Mawaadhi’i Sholah memuat tentang doa qunut nazilah yang dipraktekkan oleh Rasulllah sholalllohu alaihi wasallam, ketika 70 orang Quro’ (penghafal Quran) dibunuh oleh orang kafir di daerah Bi’ru Ma’unah.
Baca lebih lanjut

Tayamum, Bersuci Dengan Tanah

Tayamum adalah bersuci dengan menggunakan debu atau tanah yang suci sebagai pengganti wudhu atau mandi jinabat. Muslimin yang hendak bersuci, berwudhu atau mandi jinabat, untuk sholat apabila tidak menjumpai air maka boleh tayamum.

Orang-orang yang sakit atau terluka, yang tidak diperkenankan terkena air atau bila sekiranya air dapat menggangu atau membahayakan kesehatan maka diperbolehkan tayamum.

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau selesai berak atau setelah menjima’ istri, jika kamu tidak menemukan air, maka bertayamumlah dengan debu yang suci; usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak mensucikan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.
[Surah Al-Maidah ayat 6]

Baca lebih lanjut

Najisnya Kencing dan Wajibnya Bersuci

Hadist Shohih Muslim No. (292)-111 Kitabu Thoharoh mengisahkan seorang ahli kubur yang disiksa karena tidak mau bersuci dari kencing semasa hidupnya.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: مَرَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ: «أَمَا إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ، وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ» ، قَالَ فَدَعَا بِعَسِيبٍ رَطْبٍ فَشَقَّهُ بِاثْنَيْنِ ثُمَّ غَرَسَ عَلَى هَذَا وَاحِدًا وَعَلَى هَذَا وَاحِدًا ثُمَّ قَالَ: «لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا»

Ibnu Abas meriwayatkan: Rasulullah sholalllohu alaihi wasallam lewat pada dua kuburan, kemudian beliau bersabda: “Ketahuilah sesungguhnya dua mayat dalam kuburan ini disiksa, bukan karena perkara yang besar. Salah satunya karena dia berjalan kemana-mana dengan menghasut sedangkan yang satunya tidak bersuci dari kencingnya”

Kemudian Rasulullah minta sebuah pelepah kurma basah lalu membelahnya menjadi dua bagian selanjutnya menancapkan 2 belahan pada masing-masing kuburan terus bersabda: “Semoga saja mereka diringankan siksanya selama pelepah ini belum kering”.

Ini merupakan peringatan bagi kaum Muslimin agar hati-hati menjaga kesucian dan tidak sembrono dengan masalah najis.
Baca lebih lanjut

Ziarah Kubur

Rasulullah sholallohu alaihi wasallam mensunahkan ziarah / mengunjungi kubur. Hadist Ibnu Majah No. 1572 Kitabu Janaiz mengisahkan Nabi Muhammad berziarah ke makam ibunda beliau.

Saat ziaroh itu Rasulullah menangis diikuti oleh para sahabat disekelilingnya karena Allah Ta’ala mengizinkan Rasulullah berziarah ke makam ibundanya namun melarang memohonkan ampunan karena ibu beliau meninggal dalam keadaan jahiliyah.
Baca lebih lanjut

Wajibnya Beriman Pada Risalah Nabi Muhammad

Siapapun yang meninggal dunia belum pernah mendengar dan tidak beriman pada risalah Nabi Muhammad berupa Al-Quran dan Al-Hadist, apakah orang Yahudi atau Nasrani, maka ia wajib masuk neraka.

Artinya, agama Islam yang berlandaskan Kitabillah dan Sunnah Nabi ini memansuh / menggugurkan semua agama atau syariat sebelum Islam.

Barangsiapa meninggal dunia tidak beriman pada Allah dan Rasulullah maka sia-sialah / tidak bermanfaat seluruh amalannya di dunia.
Baca lebih lanjut