Category Archives: Hadist Shohih Muslim

Menyembunyikan Keimanan

LDII - Menyembunyikan KeimananDalam Hadist Shohih Muslim No. (149) – 235 Kitabul Iman Rasulullah sholallohu alaihi wasallam telah mengantisipasi cobaan yang akan menimpa kaum Muslimin.

Sahabat Hudaifah akhirnya menyaksikan cobaan hingga seorang Muslim untuk sholat saja harus sembunyi-sembunyi.

Demikianlah, karena rintangan dan permusuhan dari lingkungan seorang Muslimin terpaksa harus menyembunyikan keislamannya dan merahasiakan akidah yang dianutnya.
Baca lebih lanjut

Beratnya Mati Bunuh Diri

Mati Bunuh DiriKitabul Iman Hadist Shohih Muslim Bab 47 menegaskan wajibnya masuk neraka orang yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Orang-orang yang mati bunuh diri akan disiksa dalam neraka sebagaimana cara mereka membunuh dirinya.

Orang yang bunuh diri dengan menusukkan pisau ke tubuhnya kelak ia akan memegang pisau dan terus menusukkan ke tubuhnya di dalam neraka jahanam.
Baca lebih lanjut

Haramnya Adu Domba

Adu Domba“Tidak akan masuk surga orang-orang yang mengadu domba”, demikian sabda Nabi sholallohu alaihi wasallam dalam Hadist Shohih Muslim No. (105) – 168 Kitabul Iman.

Adu domba adalah perbuatan menceritakan kejelekan seseorang kepada orang lain sehingga timbul kebencian atau permusuhan antara orang yang diceritai dengan orang yang diceritakan.

Termasuk perbuatan adu domba adalah berita-berita bohong / propaganda di media untuk membangkitkan kebencian masyarakat pada seseorang atau suatu golongan.

Baca lebih lanjut

Menyempurnakan Wudhu

LDII - Wudhu -Berwudhu adalah syarat sahnya sholat. Seseorang tidak dikatakan sholat bila tidak suci dari hadast besar maupun hadast kecil.

2 – (225) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ بْنُ هَمَّامٍ، حَدَّثَنَا مَعْمَرُ بْنُ رَاشِدٍ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ أَخِي وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ، قَالَ: هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ، عَنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا، وَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ»

Abu Hurairah meriwayatkan: Rasulalloh s.a.w. bersabda: “Tidak diterima sholat kalian jika tanpa bersuci hingga kalian berwudhu”.
[Hadist Shohih Muslim No. (225)-2 Kitabul Thoharoh]
Baca lebih lanjut

Larangan Beribadah di Kuburan

IbadahDalam Hadist Muslim No. (529) – 19 Aisyah r.a. meriwayatkan; Menjelang wafatnya Nabi s.a.w. bersabda: “Semoga Allah melaknati kaum yahudi dan kaum nasrani, karena mereka menjadikan makam Nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah”.

Aisyah r.a. berkata: “Andaikata bukan karena sabda Nabi tersebut makam Nabi Muhammad ditempatkan di luar, akan tetapi makam Nabi ada di dalam rumah karena dikuatirkan apabila dijadikan tempat ibadah”.
Baca lebih lanjut

Masuk Islam Setelah Kafir

IslamOrang-orang kafir yang masuk Islam setidaknya akan mendapatkan 3 keuntungan:

  1. Amalan buruknya pada masa jahiliyah tidak diperhitungkan / diampuni oleh Allah.
  2. Seluruh amal kebaikan pada masa sebelum Islam dicatat sebagai amal sholeh dan diberi pahala.
  3. Adakalanya seseorang mendapat hidayah agama yang benar karena amal baiknya pada masa jahiliyah.

Orang-orang yang masuk Islam setelah kafir maka harus menghentikan perbuatan atau kebiasaan jelek mereka.

Sebaliknya orang yang pada masa sebelum Islam sudah terbiasa beramal baik, seperti; shodakoh, menyambung famili dan sebagainya maka mereka akan dengan mudah melanjutkan kebiasaan baiknya dalam islam.

Orang-orang Islam yang masih mengerjakan perbuatan dosa maka dosa mereka dikumulatif mulai masa jahiliyah sampai dia menjadi orang Islam.
Baca lebih lanjut

Permulaan Wahyu Turun Pada Rasulullah

Gua HiroAisyah r.a. meriwayatkan: “Pertama kali turunnya wahyu pada Rasulullah s.a.w. adalah mimpi yang nyata, Rasulullah tidak bermimpi kecuali seperti terangnya waktu subuh, setelah itu Rasulullah suka menyepi / menyendiri”.

Ketika itu Rasulullah bersemedi di gua Hira dengan beribadah, selama beberapa malam sebelum pulang ke keluarganya, beliau berbekal untuk semedinya kemudian kembali kepada Khadijah untuk mengambil bekal, sampai akhirnya datang barang haq (kebenaran) di dalam gua Hira.

Kemudian datanglah seorang malaikat yang mengatakan: “Iqro’”. Nabi menjawab: “Saya tidak bisa membaca”
Baca lebih lanjut