Category Archives: Hadist Sunan Termizi

Kitabu ‘Ilal Hadist Sunan Termidzi

Salah satu keunikan hadist Termidzi adalah karena mencantumkan hadist dhoif di dalam kitabnya.

Kitabu ‘Ilal merupakan catatan lampiran Hadist Sunan Termidzi yang berisi perihal cacatnya hadist-hadist.

Dalam sarah Kitabul ‘Ilal Termidzi menjelaskan, beliau Termidzi bertujuan menunjukkan pada manusia tentang keadaan para perowi dhoif itu karena beliau merasa cinta dengan agama Islam dan ingin menjaga kemurniannya.

Menurut Termidzi kesaksian tentang ilmu agama lebih wajib dijaga dibanding kesaksian tentang hak-hak dan harta manusia.
Baca lebih lanjut

Kisah Ashabul Ukhdud

Dalam Hadist Sunan Termidzi No. 3340, Shuhaib meriwayatkan:

Pada suatu sholat ashar Rasulullah s.a.w. menggumam – gumaman diantara ucapannya, Nabi menggerak-gerakkan dua bibirnya seolah-olah beliau sedang berbicara.

Ditanyakan pada Nabi: “Engkau wahai Rasulullah waktu sholat ashar bergumam”.

Nabi menjawab: “Seorang Nabi dari beberapa Nabi merasa takjub dengan umatnya”.
Baca lebih lanjut

Menikahi Pelacur

LDII - Menikahi Pelacur - Allah Ta’ala melalui surah An-Nur ayat 3 melarang kaum Mukminin menikah dengan para pezina seperti pelacur dan orang-orang yang terbukti sebagai ahli zina.

Asbabunuzul Surah an-Nur itu tertulis dalam Hadist Sunan Termidzi No.3177 Abwabu Tafsiri Quran, sebagaimana diriwayatkan di bawah ini.

Amru Bin Syuaib meriwayatkan: Pernah ada seorang laki-laki bernama Marsad bin Marsad. Laki-laki itu membawa tawanan dari Mekah sampai datang ke Madinah. Di Mekah ada seorang perempuan pelacur bernama ‘Anaq. Dulu Anaq ini adalah teman dekat Marsad. Baca lebih lanjut

Iman Pada Qodar

LDII - Iman Pada Qodar - Salah satu rukun iman adalah percaya dengan qodar. Seseorang tidak dikatakan beriman bila tidak percaya dengan qodar, qodar baik maupun qodar jelak. Semua yang terjadi / menimpa pada seorang hamba, baik atau buruk; hidup, mati, jodoh, rizki, untung, musibah atau celaka, semua adalah atas qodar Allah. Allah yang Maha Kuasa telah menetapkan qodar suatu apapun lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.
Menarik sekali, lanjut ah!

Mencela Nabi Muhammad

LDII -Pelecehan terhadap pribadi Nabi Muhammad telah ada sejak beliau masih hidup. Perbuatan mencela Nabi tidak hanya oleh orang-orang kafir, kaum musyrikin atau yahudi, akan tetapi tidak jarang dilakukan oleh orang-orang di kalangan Islam sendiri. Namun demikian, Rasulullah s.a.w. TIDAK PERNAH mengizinkan sahabatnya membunuh orang yang telah menghina Nabi (Shohih Bukhari No. 3344 Kitabu Al-Ambiya’). Rasulullah s.a.w. tidak mau mencitrakan dirinya sebagai tukang bunuh.

Dalam peperangan, Rasulullah tidak pernah mendoakan musuhnya agar mati dan binasa. Harapan Nabi hanya mereka lari kocar-kacir sehingga masih ada kesempatan hidup dan bertaubat (Shohih Bukhari No. 2933 Kitabul Jihad). Begitu juga ketika Rasulullah dimintai mendoakan kaum Dausan agar dirusak karena mereka tidak mau beriman dan menentang, justru Nabi mendoakan mereka agar mendapat hidayah. Menarik sekali, baca terus ah!

Keutamaan Imam dan Muadzin

LDII - Keutamaan Imam dan Muadzin - Diantara komponen penting dalam Islam adalah imam shalat dan muadzin. Imam adalah orang yang bertanggung jawab atas ketertiban shalat jamaah di masjid sedangkan muadzin merupakan orang kepercayaan untuk memanggil jamaah. Baca terus ah!

Mengeraskan Bacaan Sholat

LDII - Mengeraskan Bacaan SholatSurah Bani Isroil ayat 110 bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kaum Muslimin perlukah mengeraskan bacaan sholat jamaah di Musholla atau di Masjid. Ayat tersebut berisi larangan kepada Nabi Muhammad s.a.w. mengeraskan bacaan sholat sampai terdengar di sekitar lingkungan. Membaca ayat-ayat Quran dalam sholat cukup terdengar oleh jamaah sehingga jamaah bisa memahami kandungan ayat-ayat Qur’an dan melaksanakan shalat dengan khidmat.

Sebagaimana dikisahkan dalam Hadist Termidzi No. 3145, saat itu, ketika Nabi Muhammad s.a.w. mengeraskan bacaan shalat, kaum musrikin sekitarnya bereaksi dengan mencaci Allah dan kaum Muslimin. Seketika itu pula Allah Subhanahu wa ta’ala menurunkan ayat {وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ} [الإسراء: 110], “Janganlah engkau keraskan sholatmu”. Kebencian yang memuncak bisa memicu pertentangan semakin keras dari orang-orang kafir terhadap umat Islam. Bagus sekali, lanjut ah!