Category Archives: Haji dan Umrah

Liputan Langsung Haji Dari Tanah Suci

Mati Keadaan Ihram

Muslimin yang meninggal dunia ketika sedang mengerjakan haji atau umroh mendapatkan perlakuan berbeda dibanding orang mati pada umumnya. Orang yang mati keadaan ihram dimandikan seperti biasa namun cukup dikafani dengan baju ihram yang ia kenakan, kepalanya tidak ditutupi dan tidak perlu diberi wewangian.

Jamaah haji yang wafat di tanah suci dalam keadaan ihrom kelak pada hari kiamat dibangkitkan dalam keadaan ihram juga dan membaca talbiyah. Satu jaminan bahwa orang Islam yang mati sedang ihrom akan masuk surga.
Baca lebih lanjut

Kereta Super Cepat Haramain Siap Beroperasi 2016


Pada 30/12/1431 H bertepatan dengan 12 Juni 2010, Saudi Railway Organisation (SRO) menandatangani kontrak selama enam bulan dengan the German International Cooperation (GIZ) untuk membuat Master Plan Saudi Railway untuk periode 2010 – 2040, dengan nilai kontrak SAR 5.157.800 = Rp 19,43 Milyar.

Proyek Kereta Api Kecepatan Tinggi Haramain ini menghubungkan kota suci Makkah dan Madinah melalui Jeddah dan King Abdullah Economic City (KAEC). Sebuah stasiun penumpang saat ini sedang dibangun di masing-masing kota. Empat stasiun dirancang di pusat-pusat moda transportasi untuk memungkinkan penyelesaian cepat bangunan berkualitas tinggi dan sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang.

Baca lebih lanjut

Tawaf Dengan Telanjang

LDII - TawafBanyak orang sering mengamalkan ibadah tanpa tuntunan dari Allah dan Rasul, namun hanya berdasarkan angan-angan atau prasangka sendiri. Pada masa jahiliyah orang-orang kafir quraish melakukan ibadah tawaf dengan telanjang bulat tanpa pakaian. Maksud ritual ini bahwa pakaian yang ia kenakan sehari-hari penuh dengan dosa sehingga dengan telanjang mereka memulai hidup baru yang bersih tanpa dosa.

Pada masa Islam Allah Ta’ala mewajibkan umat Islam mengenakan pakaian saat beribadah terutama ketika ibadah di masjid. Sebagaimana tertulis dalam surah Al-‘Arof ayat 31: “Kenakanlah pakaianmu di setiap masjid”. Asbabu Nuzul ayat tersebut tertulis dalam Hadist Shohih Muslim No. (3028) – 25 Kitabul Tafsir.
Baca lebih lanjut

Haji Amanat

(LDII) HajiSalah satu kewajiban kaum Muslimin adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, sebagaimana firman Allah:

…وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ (97)

… dan baik Allah wajib bagi manusia haji ke Baitullah bagi siapa yang mampu jalannya.
[Surah Ali-Imran ayat 97]

Orang Islam yang meninggal dunia dan belum sempat melaksanakan ibadah haji maka hajinya bisa dilaksanakan oleh kerabatnya atau Muslim lain yang masih hidup. Ibadah haji mewakili orang yang sudah mati disebut dengan haji amanat.
Baca lebih lanjut

Haji Sambil Berdagang

LDII - Haji Sambil Berdagang - Pada masa jahiliyah orang-orang kafir Quraish biasa berdagang di pasar Ukadz, Majanah dan Dhul Majaz selama musim haji. Dalam Islam para shahabat merasa takut untuk berdagang dalam musim haji. Kemudian Allah menurunkan Surah Al-Baqarah ayat 198 yang menegaskan bolehnya seorang Muslim berhaji sambil berdagang termasuk pada waktu ihram.

Ayat ini sekaligus keleluasaan bagi kaum Muslimin untuk pergi haji ke Baitullah melalui jalur apapun. Berhaji selama masa kontrak kerja, atau semula niat bekerja mencari maisah di Makah kemudian berhaji. Berhaji sambil wisata juga tidak ada larangan. Pendapat bahwa orang berhaji niatnya harus murni untuk haji saja tidak boleh diboncengi niat lainnya adalah semata pendapat yang tidak berlandaskan dalil. Menarik sekali, lanjut ah!

Keistimewaan Kota Madinah

LDII - Keistimewaan Kota Madinah -Sebagai domisili Rasulullah s.a.w. dan salah satu basis pengembangan dakwah Islam, Madinah merupakan situs penting dalam Islam. Selain terdapat masjid Nabawi, peninggalan Nabi yang fenomenal, Madinah memiliki beberapa keistimewaan. Salah satunya bahwa Allah menjamin keamanan kota Madinah, sebab barang siapa yang berniat merusak kota Madinah maka Allah akan menghancurkannya seperti garam yang larut dalam air. Keistimewaan-keistimewaan lain kota Madinah bisa dikaji dalam Hadist Ibni Majah Bab No. 104 Kitabul Manasik.

Menjadi kota suci kedua setelah Makah, Rasulullah s.a.w pernah menyarankan Muslimin bila mungkin hendaknya wafat di Madinah, sebab Beliau akan menyaksikan pada orang-orang yang mati di Madinah kelak pada hari kiamat.

Di akhir zaman, keimanan (agama Islam) akan kembali ke Madinah seperti ular yang pulang ke liangnya setelah berkelana, demikian dijelaskan oleh Rasulullah s.a.w. dalam Hadist Ibni Majah No. 3111. Jadi di Madinah-lah tempat orang-orang beriman terakhir sebelum datangnya kiamat. Hmm menarik sekali, baca terus ah!