Category Archives: Hukum

Jual Beli Secara Inden

Hadist Sunan Nasa’i No. 4614 Kitabul Buyu’ mengisahkan pada masa Rasulillah dan para sahabat telah dilaksanakan jual beli secara inden, yaitu pembeli membayar lebih dahulu dan penjual menyerahkan barang menyusul kemudian.

Pembayaran di awal transaksi hukumnya sebagai pinjaman / hutang penjual kepada pembeli, karenanya pembelian macam ini dalam AL-Hadist disebut “as-salam” atau ”as-salaf”, yang berarti hutangan atau pinjaman.
Baca lebih lanjut

Iklan

Menjauhi Amalan Bid’ah

Kaum Muslimin hendaknya menjauhi segala amalan bid’ah.

Bid’ah adalah amalan ibadah yang sudah ada ketentuan tata-caranya dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi tapi dirubah, ditambah-tambahi, atau dimodel-model.
Baca lebih lanjut

Ziarah Kubur

Rasulullah sholallohu alaihi wasallam mensunahkan ziarah / mengunjungi kubur. Hadist Ibnu Majah No. 1572 Kitabu Janaiz mengisahkan Nabi Muhammad berziarah ke makam ibunda beliau.

Saat ziaroh itu Rasulullah menangis diikuti oleh para sahabat disekelilingnya karena Allah Ta’ala mengizinkan Rasulullah berziarah ke makam ibundanya namun melarang memohonkan ampunan karena ibu beliau meninggal dalam keadaan jahiliyah.
Baca lebih lanjut

Wajibnya Beriman Pada Risalah Nabi Muhammad

Siapapun yang meninggal dunia belum pernah mendengar dan tidak beriman pada risalah Nabi Muhammad berupa Al-Quran dan Al-Hadist, apakah orang Yahudi atau Nasrani, maka ia wajib masuk neraka.

Artinya, agama Islam yang berlandaskan Kitabillah dan Sunnah Nabi ini memansuh / menggugurkan semua agama atau syariat sebelum Islam.

Barangsiapa meninggal dunia tidak beriman pada Allah dan Rasulullah maka sia-sialah / tidak bermanfaat seluruh amalannya di dunia.
Baca lebih lanjut

Kitabu ‘Ilal Hadist Sunan Termidzi

Salah satu keunikan hadist Termidzi adalah karena mencantumkan hadist dhoif di dalam kitabnya.

Kitabu ‘Ilal merupakan catatan lampiran Hadist Sunan Termidzi yang berisi perihal cacatnya hadist-hadist.

Dalam sarah Kitabul ‘Ilal Termidzi menjelaskan, beliau Termidzi bertujuan menunjukkan pada manusia tentang keadaan para perowi dhoif itu karena beliau merasa cinta dengan agama Islam dan ingin menjaga kemurniannya.

Menurut Termidzi kesaksian tentang ilmu agama lebih wajib dijaga dibanding kesaksian tentang hak-hak dan harta manusia.
Baca lebih lanjut

Cinta Pada Orang Miskin

Allah dan Rasul mengajarkan pada kaum Muslimin agar mencintai dan mau bergaul dengan orang miskin.

Melalui surah Al-An’am ayat 52 Allah Ta’ala melarang umat Islam meninggalkan / mengabaikan / meremehkan orang miskin yang beriman.

وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ (52)

“Janganlah kalian mengusir orang-orang yang menyembah Tuhan mereka pada waktu pagi dan sore karena berharap wajah Allah, bukanlah tanggungjawabmu menilai mereka sedikitpun juga pahalamu tidak tergantung pada mereka, apabila engkau meninggalkan mereka maka engkau tergolong orang-orang yang dzalim”.
Baca lebih lanjut

Menjaga Aurat

Rasulalloh sholallohu alaihi wasallam memerintahkan kaum Muslimin dan Muslimat agar menjaga auratnya kecuali terhadap istrinya / suaminya masing-masing.

Menjaga aurat berarti menutupi seluruh anggota badan dari pandangan orang lain, yang bukan mahromnya.

Bagi wanita seluruh anggota tubuh adalah aurat yang harus ditutupi kecuali wajah dan telapak tangan sesuai dengan Firman Allah dalam Surah An-Nur ayat 31 dan Hadist Termidzi No. 1173 Abwabu Rodho’.
Baca lebih lanjut