Category Archives: Jihad

Beratnya Mati Bunuh Diri

Mati Bunuh DiriKitabul Iman Hadist Shohih Muslim Bab 47 menegaskan wajibnya masuk neraka orang yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Orang-orang yang mati bunuh diri akan disiksa dalam neraka sebagaimana cara mereka membunuh dirinya.

Orang yang bunuh diri dengan menusukkan pisau ke tubuhnya kelak ia akan memegang pisau dan terus menusukkan ke tubuhnya di dalam neraka jahanam.
Baca lebih lanjut

Rukunnya Umat Islam

LDII - Umat IslamHadist Ibnu Majah No. 3951 dan 3952 Kitabul Fitan mengingatkan kaum Muslimin bahwa Umat Islam tidak mungkin ditundukkan oleh musuh (orang kafir) dan Umat Islam tidak bisa binasa karena bencana atau kemiskinan.

Akan tetapi hancurnya umat Islam adalah karena permusuhan dan peperangan sesama Muslim.

Rasulullah shalallohu alaihi wassalam pernah berdoa kepada Allah minta 3 hal:

  1. Agar umat Islam tidak ditundukkan oleh musuh.
  2. Agar umat Islam tidak dirusak oleh bencana dan kemiskinan.
  3. Agar umat Islam tidak saling bermusuhan.

Baca lebih lanjut

Bom Bunuh Diri

Bunuh DiriHadist Bukhari No.4202 Kitabul Ghozi mengisahkan tentang seorang sahabat yang berperang bersama Rasulillah s.a.w. di Khaibar.

Laki-laki yang bernama Quzman ini diketahui sangat gigih dan semangatnya luar biasa dalam pertempuran.

Ketika masing-masing pasukan, pasukan Muslim dan pasukan Kafir mundur, Quzman masih terus memburu musuh yang menyendiri atau terpisah dari rombongan.

Sayangnya, ketika terluka, ia merasa kesakitan dan tidak sabar ingin segera mati.

Kemudian Quzman menusukkan pedangnya ke dadanya dan mati bunuh diri.

Rasulullah s.a.w. menghukuminya sebagai ahli NERAKA!
Baca lebih lanjut

Hijrahnya Nabi dan Para Sahabat Ke Madinah

hijrahnya NabiSuroqoh bin Ju’shum meriwayatkan: “Utusan kafir Quraish datang kepada kami. Mereka menyayembarakan Rasulillah s.a.w. dan Abu Bakar, bagi siapapun yang bisa membunuh atau menangkap keduanya satu kepala dihargai hadiah 100 ekor onta”.

Suatu saat kami sedang duduk diantara perkumpulan kaum Bani Mudlij. Salah seorang Quraish datang berdiri diantara kami yang sedang duduk. Dia berkata: “Wahai Suroqoh saya sungguh-sungguh telah melihat sosok orang di tepi pantai, apakah mereka Muhammad dan Abu Bakar?”

Suroqoh menjawab: “Aku mengenali mereka, mereka bukan Muhammad dan Abu Bakar. Yang engkau lihat itu fulan dan fulan (yang mencari onta hilang), mereka pergi atas pengawasanku”.
Baca lebih lanjut

Menghargai Jasa Pejuang Islam

LDII-Menghargai Pejuang Islam-Rasulullah shalallohu alaihi wasallam mengajarkan pada kaum Muslimin untuk menghargai / menghormati para perintis dan pejuang menyebaran agama Islam. Kaum pertama yang berjuang menegakkan Islam tidak lain adalah para sahabat, yaitu orang-orang yang hidup pada zaman Nabi dan ikut berperang melawan orang kafir bersama Nabi. Nabi s.a.w menghukumi manusia terbaik adalah para sahabat.

Juga Rasulullah s.a.w. melarang kaum Muslimin mencela atau menghina para sahabat. Saking berharganya perjuangan para sahabat Nabi menggambarkan: “Seandainya kalian infaq emas sebesar gunung Uhud, itu belum bisa membandingi shodaqoh mereka (para sahabat) semangkok gandum”. Luar biasa, baca teruuus…!

Setiap Orang Berpeluang Mati Syahid

Mati Sahid Tidak Harus Berperang atau Melakukan Kekerasan

LDII - Keutamaan Mati Syahid - Mati syahid sering di asosiasikan dengan jihad atau mati berperang dalam Sabilillah. Lebih-lebih di era sekarang, sebagian oknum malah menyimpangkan makna jihad dan mati syahid dengan terorisme, kekerasan, pembunuhan, pengeboman dengan mengatasnamakan Islam.

Dalam Islam sendiri ternyata syahid tidak hanya mati karena berperang membela Islam. Rasulullah s.a.w. bahkan menegaskan, kalau syahid terbatas hanya pada peperangan maka akan sangat sedikit sekali umat Islam yang mendapatkan pahala mati syahid. Sesuai tuntunan Rasulullah s.a.w., sebenarnya mati syahid meliputi: Menarik sekali, lanjut ah!