Category Archives: Nikah

Sunah Walimatul ‘Urus

Sunah WalimahRasulullah shalallohu alaihi wasallam mensunahkan mengadakan walimahan bagi sepasang pengantin yang baru melaksanakan pernikahan.

Walimah adalah menyelenggarakan jamuan makan dengan mengundang famili, kerabat, dan tetangga sekitar ketika baru selesai melaksanakan pernikahan.

Sunah walimahan tidak harus mewah dan bertempat di gedung yang megah namun bisa dilaksanakan dengan sangat sederhana di rumah.

Baca lebih lanjut

Iklan

Menikah Atas Dasar Agama

Menikah Dasar AgamaAda 4 kriteria mencari pasangan hidup:

1. Kekayaan hartanya
2. Pangkat / kedudukan / nasab
3. Penampilan fisik / kecantikan / ketampanan
4. Kefahaman agama

Meskipun kefahaman agama berada di urutan terakhir namun agama merupakan faktor terpenting dan paling utama dalam menentukan pasangan hidup.

Kecantikan tanpa dilandasi kefahaman agama akan menjadi bahan fitnah. Begitu juga kekayaan yang tidak didasari agama juga akan menjadikan kerusakan.
Baca lebih lanjut

Menikahi Pelacur

LDII - Menikahi Pelacur - Allah Ta’ala melalui surah An-Nur ayat 3 melarang kaum Mukminin menikah dengan para pezina seperti pelacur dan orang-orang yang terbukti sebagai ahli zina.

Asbabunuzul Surah an-Nur itu tertulis dalam Hadist Sunan Termidzi No.3177 Abwabu Tafsiri Quran, sebagaimana diriwayatkan di bawah ini.

Amru Bin Syuaib meriwayatkan: Pernah ada seorang laki-laki bernama Marsad bin Marsad. Laki-laki itu membawa tawanan dari Mekah sampai datang ke Madinah. Di Mekah ada seorang perempuan pelacur bernama ‘Anaq. Dulu Anaq ini adalah teman dekat Marsad. Baca lebih lanjut

Suami Mati

LDII - Iddah Janda Mati -Pada masa jahiliyah seorang istri yang ditinggal mati suaminya melakukan belasungkawa selama satu tahun tidak keluar rumah dengan memakai baju paling jelek dan melumuri tubuhnya dengan kotoran hewan. Pada mulanya, Islam juga menerapkan masa berkabung bagi janda mati selama satu tahun. Selama masa berkabung itu tidak boleh keluar dari rumah mantan suaminya dan mendapat nafkah selama satu tahun dari harta peninggalan suami. Namun jika menghendaki, si janda diperbolehkan menjalani masa berkabung di luar rumah suaminya dengan syarat hak nafkahnya hilang.

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا وَصِيَّةً لِأَزْوَاجِهِمْ مَتَاعًا إِلَى الْحَوْلِ غَيْرَ إِخْرَاجٍ فَإِنْ خَرَجْنَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِي مَا فَعَلْنَ فِي أَنْفُسِهِنَّ مِنْ مَعْرُوفٍ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (240)

Laki-laki yang wafat diantara kalian dan meninggalkan beberapa istri hendaknya berwasiat pada istri-istri nya dengan nafkah salama satu tahun selagi tidak keluar rumah. Jika para istri itu keluar maka tidak dosa atas kalian (wali) atas perbuatan baik yang para mantan istri lakukan dan Allah Maha Mulya dan Maha Menghukumi.
[Surah Al-Baqoroh ayat 240]
Bagus, lanjut ah!

Kewajiban Istri Taat Suami

LDII - Kewajiban Istri Taat Suami - Diantara ciri-ciri istri sholihah adalah; menyenangkan saat dipandang, taat ketika diperintah suaminya serta tidak menentang.

3231 – أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ؟ قَالَ: «الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ»
__________
[حكم الألباني] حسن صحيح

… Abi Hurairah meriwayatkan: Ditanyakan pada Rasulillah s.a.w. manakah perempuan yang paling baik? Nabi menjawab: “Perempuan kalau dipandang suaminya bisa menyenangkan, kalau diperintah bisa taat dan tidak menentang suaminya dalam urusan diri dan hartanya dengan apa-apa yang dibenci oleh suaminya (tidak khianat, tidak menghambur-hamburkan harta)

[Hadist Sunana Nasa’i No. 3231 Kitabu Nikah Bab Ayyunisa’ Khoir]

Menarik sekali, lanjut ah!

Keutamaan Menikah dan Larangan Membujang

LDII - Keutamaan Menikah dan Larangan Membujang“Diantara tanda-tanda kekuasaan Allah bahwa dijadikan bagi kalian istri-istri dari kaum kalian agar kalian merasa tenteram kepadanya dan Allah menjadikan diantara kamu sekalian ikatan dan kasih sayang, sesungguhnya dalam demikian itu ayat bagi orang-orang yang berfikir”. [Surah Ar-Rum (30) ayat 21]

Rasulullah s.a.w. melarang kaum Muslimin membujang (tidak menikah) dalam hidupnya. Orang-orang yang sengaja tidak mau menikah atau benci dengan sunah menikah maka ia bukan umat Nabi Muhammad alias bukan orang Islam.

”Menikah adalah sebagian dari sunahku, barang siapa tidak mengamalkan sunahku maka bukan termasuk golonganku, maka menikahlah, …”, demikian sabda Nabi dalam Hadist Sunan Ibnu Majah No. 1846 Kitabu Nikah
Bagus sekali, baca terus ah!