Category Archives: Shalat

Sholat dan Doa Istisqo’, Minta Hujan

Ketika mengalami kekeringan, hujan lama tidak turun hingga ancaman paceklik maka kaum Muslimin dianjurkan melaksanakan sholat dan berdoa minta hujan yang dikenal dengan istisqo’.

Ada tiga macam cara minta hujan:

  1. Sholat dua rakaat dan memanjatkan doa minta hujan.
  2. Berdoa minta hujan ketika sholat jum’at
  3. Berdoa minta hujan saja tanpa sholat

Hadist Abi Dawud No. 1173 Kitabu Sholah menjabarkan tata cara Sholat Istisqo’ seperti dicontohkan oleh Rasulullah sholallohu alaihi wasallam: Baca lebih lanjut

Iklan

Sholat Jama’ Siri

Salah satu kemurahan dalam Islam adalah diperbolehkannya melaksanakan 2 sholat dalam satu waktu yang disebut dengan sholat jama’.

Shalat-shalat yang biasa digabung waktunya adalah: shalat dhuhur dengan ashar dan maghrib dengan isya’.

Hadist Abi Dawud No. 1211 Kitabu Sholah menceritakan Rasulullah pernah melaksanakan sholat jama’ / menggabung sholat dhuhur dengan sholat ashar dan maghrib dengan isya’ di rumah tanpa ada udzur apapun.
Baca lebih lanjut

Sujud Sahwi

Lupa dan ragu adalah kodrat manusia, termasuk dalam menjalankan ibadah sholat.

Keraguan pertama dalam sholat pada umumnya adalah soal hadast, kentut. Perasaan was-was merupakan bisikan setan agar manusia ragu-ragu dan putus asa akan keabsahan ibadahnya. Seorang Muslim hendaknya tidak mudah punya perasaan was-was dirinya batal kecuali benar-benar mendengar bunyi kentut itu atau mencium baunya.
Baca lebih lanjut

Sholat dan Doa Istikhoroh

Seorang Muslim yang memiliki hajad tertentu dianjurkan untuk melaksanakan sholat dan doa Istikhoroh.

Hajad itu bisa berupa menentukan calon istri atau suami, memilih pendidikan, juga bisa dalam memilih suatu pekerjaan atau tempat tinggal baru.

Istikharah bisa dilakukan untuk membuat putusan yang sulit maupun yang mudah, putusan yang berat maupun yang ringan, pilihan yang meragukan maupun yang sudah mantap.

Doa Istikhoroh bertujuan untuk minta pada Allah petunjuk, kemudahan dan kebarokahan atas suatu perkara.
Baca lebih lanjut

Sunah-sunah Hari Jum’at

Sunah-sunah Hari JumatJum’at adalah hari istimewa bagi umat Islam.

Allah Ta’ala telah menyembunyikan hari Jum’at dari umat terdahulu, sehingga kaum Yahudi menjadikan Sabtu sebagai hari besarnya dan Ahad (Minggu) bagi umat Nasrani.

Pada hari kiamat, kaum Yahudi dan Nasrani tempatnya di belakang mengkuti umat Islam.

Kaum Muslimin adalah umat terakhir di dunia namun dihukumi lebih awal sebelum seluruh makhluk lainnya.

Amalan-amalan sunah pada hari Jum’at dapat melebur dosa kaum Muslimin yang dikerjakan diantara dua hari Jumat.

Amalan-amalan sunah pada hari Jum’at meliputi:

Baca lebih lanjut

Menyempurnakan Shalat

Menyempurnakan SholatSalah satu rukun Islam adalah shalat. Orang yang tidak shalat hukumnya KAFIR, pasti ke neraka.

8 – حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، قَالَ: أَخْبَرَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ ” * رواه البخاري كتب لإيمان

Rasulullah bersabda: ”Agama Islam di bangun atas lima perkara, bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, dan menegakkan shalat, dan membayar zakat, dan haji ke Baitullah, dan puasa Ramadan”.
[Hadist Shohih Bukhari No. 8 Kitabul Iman]

463 – أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنِ الْحُسَيْنِ بْنُ وَاقِدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْعَهْدَ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمِ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

…Rasulullah SAW bersabda: ”Sesungguhnya janji yang membedakan antara kita (orang iman) dan mereka (orang kafir) adalah salat, barangsiapa meninggalkan salat maka sungguh-sungguh ia telah KAFIR“.
[Hadist Nasai No. 463 Kitabu Sholah]
Baca lebih lanjut

Menyempurnakan Wudhu

LDII - Wudhu -Berwudhu adalah syarat sahnya sholat. Seseorang tidak dikatakan sholat bila tidak suci dari hadast besar maupun hadast kecil.

2 – (225) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ بْنُ هَمَّامٍ، حَدَّثَنَا مَعْمَرُ بْنُ رَاشِدٍ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ أَخِي وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ، قَالَ: هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ، عَنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا، وَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ»

Abu Hurairah meriwayatkan: Rasulalloh s.a.w. bersabda: “Tidak diterima sholat kalian jika tanpa bersuci hingga kalian berwudhu”.
[Hadist Shohih Muslim No. (225)-2 Kitabul Thoharoh]
Baca lebih lanjut