Category Archives: Infaq

5 Macam Shodakoh

Orang KayaRasulullah s.a.w. mengisyaratkan banyaknya orang yang menumpuk harta di dunia namun mereka miskin di akhirat. Kecuali sedikit orang yang senang shodakoh dengan hartanya, sebagaimana tertulis dalam Hadist Shohih Muslim No. 33 – (94) Kitabu Zakat.

Dalam Islam ada 5 macam shodakoh yang harus ditetapi oleh setiap Muslim sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Kelima macam shodakoh itu adalah: 1. Zakat, 2. Infak, 3. Pembelaan fii sabilillah, 4. Denda / dam / kafaroh, 5. Shodaqoh umum.
Baca lebih lanjut

Iklan

Mengejek Orang Iman Yang Taat

LDII - Mengejek Orang Shodakoh - Salah satu sifat orang munafik adalah suka mengejek orang beriman yang taat melaksanakan syariat Allah dan Rasul. Ketika Rasulullah s.a.w. memerintahkan orang-orang beriman untuk membayar shodakoh ada sahabat yang bekerja sebagai kuli panggul dan menyetor infak sebesar setengah sho’ (1,5 kg) bahan makanan. Sedangkan sebagian sahabat lain bisa membayar infak lebih banyak.

Sementara itu orang-orang munafik mengolok: “Allah tidak mau menerima shodakoh sekecil itu”. Akan tetapi terhadap orang beriman yang shodakohnya lebih banyak, mereka orang munafik menuduh riya’ (pamer). Kemudian Allah menurunkan ayat: “Orang-orang yang menghina pada orang iman yang taat dalam shodakoh dan orang-orang yang tidak mendapatkan kecuali sesuai kemampuan mereka…al-ayat” [Surah At-Taubat ayat 79].
Menarik sekali, lanjut ah!

Infaq, Yuk!

infakAda tiga macam harta yang sebenarnya menjadi hak milik kita sejati:

  1. Makanan yang telah kita makan
  2. Pakaian kita yang telah rusak dan
  3. Harta-harta yang telah kita shodakohkan ke Sabilillah.

Selain dari tiga harta tersebut pasti akan kita tinggalkan, akan rusak dan tidak bermanfaat bagi diri kita. Harta-harta yang kita shodakohkan dengan karna Alloh akan terus berkembang dan menjadi simpanan kita di akhirat.

3 – (2958) حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، عَنْ مُطَرِّفٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقْرَأُ: أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ، قَالَ: ” يَقُولُ ابْنُ آدَمَ: مَالِي، مَالِي، قَالَ: وَهَلْ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ، أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ، أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ؟ “،

…dari Muthorif, ayahnya meriwayatkan: saya datang pada Nabi s.a.w. dan beliau sedang membaca surat أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ, Nabi bersabda: “Anak Adam berkata: Ini hartaku, ini hartaku”, Allah berfirman: “Tidak ada harta bagimu kecuali apa-apa yang telah kamu makan hingga habis, atau pakaian yang telah engkau pakai hingga rusak atau apa-apa yang telah engkau shodakohkan maka engkau teruskan”.

[Shohih Muslim No. 2958 Kitabu Zuhdi warrok’iq]

Baca lebih lanjut