Category Archives: Sunah

Sholat dan Doa Istikhoroh

Seorang Muslim yang memiliki hajad tertentu dianjurkan untuk melaksanakan sholat dan doa Istikhoroh.

Hajad itu bisa berupa menentukan calon istri atau suami, memilih pendidikan, juga bisa dalam memilih suatu pekerjaan atau tempat tinggal baru.

Istikharah bisa dilakukan untuk membuat putusan yang sulit maupun yang mudah, putusan yang berat maupun yang ringan, pilihan yang meragukan maupun yang sudah mantap.

Doa Istikhoroh bertujuan untuk minta pada Allah petunjuk, kemudahan dan kebarokahan atas suatu perkara.
Baca lebih lanjut

Sunah-sunah Hari Jum’at

Sunah-sunah Hari JumatJum’at adalah hari istimewa bagi umat Islam.

Allah Ta’ala telah menyembunyikan hari Jum’at dari umat terdahulu, sehingga kaum Yahudi menjadikan Sabtu sebagai hari besarnya dan Ahad (Minggu) bagi umat Nasrani.

Pada hari kiamat, kaum Yahudi dan Nasrani tempatnya di belakang mengkuti umat Islam.

Kaum Muslimin adalah umat terakhir di dunia namun dihukumi lebih awal sebelum seluruh makhluk lainnya.

Amalan-amalan sunah pada hari Jum’at dapat melebur dosa kaum Muslimin yang dikerjakan diantara dua hari Jumat.

Amalan-amalan sunah pada hari Jum’at meliputi:

Baca lebih lanjut

Gerhana Matahari

LDII - Gerhana Matahari
Gerhana matahari adalah salah satu tanda kebesaran Allah.

Gerhana jangan diartikan macam-macam, dan yang bukan-bukan.

Gerhana jangan dikaitkan dengan kematian atau kelahiran seseorang dan bukan sebagai firasat tertentu.

Ketika terjadi gerhana Rasulullah s.a.w. memerintahkan kaum Muslimin untuk shalat. bersedekah dan mohon perlindungan pada Allah.
Baca lebih lanjut

Shalat Qoshor dan Jama’

LDII - Sholat Jama' dan Qoshor -Kaum Muslimin yang sedang bepergian mendapatkan keringanan dalam mengerjakan shalat. Shalat wajib yang biasanya dikerjakan empat (4) rakaat seperti; dhuhur, ashar dan isya’, bisa diringkas menjadi 2 rakaat. Meringkas sholat 4 rakaat menjadi 2 rakaat disebut QOSHOR.

Kemurahan kedua bagi musafir adalah men-jama’ sholat, yaitu menggabung dua waktu shalat dalam satu waktu. Shalat-shalat yang biasa digabung waktunya adalah: shalat isya’ dikerjakan waktu maghrib atau shalat maghrib dikerjakan waktu isya’. Juga shalat ashar dikerjakan waktu dhuhur atau sebaliknya shalat dhuhur dikerjakan dalam waktu ashar.
Bagus sekali, lanjut ah!

Berdoa Dengan Amal Andalan

LDII - Amalan Andalan - Setiap Muslim disarankan memiliki satu amalan andalan dalam hidupnya. Amalan andalan bisa berupa amalan rutin walaupun ringan namun dikerjakan terus menerus sepanjang hidup. Amalan andalan juga bisa berupa amalan baik luar biasa yang jarang dilakukan oleh setiap orang.

Pada saat mengalami kesulitan seorang Muslim bisa menyebutkan amalan andalannya untuk mohon pertolongan pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hadist Shohih Bukhari No. 2333 Kitabul Muzaro’ah memuat kisah tiga orang mukmin berdoa dengan menyebutkan amalan andalan mereka masing-masing ketika terjebak dalam gua karena pintu gua tertutup longsoran batu saat hujan.

Nabi s.a.w. mengisahkan: Pernah ada tiga orang yang berjalan-jalan dan tiba-tiba turun hujan. Maka mereka berteduh di dalam gua di gunung. Kemudian sebuah batu besar dari gunung jatuh tepat di mulut gua dan menutupi mereka. Maka salah satu mereka berbicara pada yang lain:
Menarik sekali, baca terus ah!

Shalat Malam

LDII - Shalat Malam -Siapakah orang yang kuat? Dialah orang yang merutinkan shalat malam dan berdoa. Orang yang biasa sholat dan berdoa malam hari bisa dipastikan kedekatannya dengan Allah sehingga tidak mudah tergoda untuk berbuat buruk dan maksiat. Sholat dan berdoa malam adalah perbuatan orang-orang sholeh jaman dahulu. Sholat malam dapat mencegah perbuatan dosa dan menolak penyakit dalam tubuh.

Orang yang tidak pernah bangun dan sholat malam pada hakekatnya telah dikalahkan dan direndahkan oleh syetan, seperti diterangkan dalam Hadist Shohih Bukhari No. 1142 Kitabul Jumu’ah.

1142 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ، فَارْقُدْ فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ»

Bagus sekali, lanjut ah!

Sholat Tahiyatul Masjid

LDII - Sholat Tahiyatul Masjid - Salah satu adab masuk masjid adalah melaksanakan shalat dua rakaat sebelum duduk yang disebut dengan shalat tahiyatul masjid. Sunnah shalat tahiyatul masjid bisa dikaji dalam Hadist Shohih Bukhari no. 444 Kitabu Sholah dan Hadist Shohih Muslim No. 69 – (714) كِتَابُ صَلَاةِ الْمُسَافِرِينَ وَقَصْرِهَا

444 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ الزُّرَقِيِّ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ السَّلَمِيِّ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ المَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ»

… sesungguhnya Rasulalloh s.a.w. bersabda: “Ketika salah satu engkau masuk masjid maka shalatlah dua rakaat sebelum duduk”.

[Hadist Shohih Bukhari No. 444 Kitabu Sholah]

Mantap, lanjut ah!