Category Archives: Thoharoh

Sujud Sahwi

Lupa dan ragu adalah kodrat manusia, termasuk dalam menjalankan ibadah sholat.

Keraguan pertama dalam sholat pada umumnya adalah soal hadast, kentut. Perasaan was-was merupakan bisikan setan agar manusia ragu-ragu dan putus asa akan keabsahan ibadahnya. Seorang Muslim hendaknya tidak mudah punya perasaan was-was dirinya batal kecuali benar-benar mendengar bunyi kentut itu atau mencium baunya.
Baca lebih lanjut

Iklan

Tayamum, Bersuci Dengan Tanah

Tayamum adalah bersuci dengan menggunakan debu atau tanah yang suci sebagai pengganti wudhu atau mandi jinabat. Muslimin yang hendak bersuci, berwudhu atau mandi jinabat, untuk sholat apabila tidak menjumpai air maka boleh tayamum.

Orang-orang yang sakit atau terluka, yang tidak diperkenankan terkena air atau bila sekiranya air dapat menggangu atau membahayakan kesehatan maka diperbolehkan tayamum.

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau selesai berak atau setelah menjima’ istri, jika kamu tidak menemukan air, maka bertayamumlah dengan debu yang suci; usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak mensucikan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.
[Surah Al-Maidah ayat 6]

Baca lebih lanjut

Najisnya Kencing dan Wajibnya Bersuci

Hadist Shohih Muslim No. (292)-111 Kitabu Thoharoh mengisahkan seorang ahli kubur yang disiksa karena tidak mau bersuci dari kencing semasa hidupnya.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: مَرَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ: «أَمَا إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ، وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ» ، قَالَ فَدَعَا بِعَسِيبٍ رَطْبٍ فَشَقَّهُ بِاثْنَيْنِ ثُمَّ غَرَسَ عَلَى هَذَا وَاحِدًا وَعَلَى هَذَا وَاحِدًا ثُمَّ قَالَ: «لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا»

Ibnu Abas meriwayatkan: Rasulullah sholalllohu alaihi wasallam lewat pada dua kuburan, kemudian beliau bersabda: “Ketahuilah sesungguhnya dua mayat dalam kuburan ini disiksa, bukan karena perkara yang besar. Salah satunya karena dia berjalan kemana-mana dengan menghasut sedangkan yang satunya tidak bersuci dari kencingnya”

Kemudian Rasulullah minta sebuah pelepah kurma basah lalu membelahnya menjadi dua bagian selanjutnya menancapkan 2 belahan pada masing-masing kuburan terus bersabda: “Semoga saja mereka diringankan siksanya selama pelepah ini belum kering”.

Ini merupakan peringatan bagi kaum Muslimin agar hati-hati menjaga kesucian dan tidak sembrono dengan masalah najis.
Baca lebih lanjut

Tata Cara Berwudhu

LDII - Wudhu -Suci adalah syarat sahnya shalat. Seseorang tidak dikatakan shalat bila tidak suci badan dan tempatnya. Salah satu cara mensucikan diri adalah dengan berwudhu. Walau demikian seorang Muslim tidak harus berwudhu setiap akan shalat. Sekali wudhu bisa digunakan untuk sholat beberapa kali selagi belum batal.

وَقَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: {إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاَةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى المَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الكَعْبَيْنِ}

Firman Allah yang Maha Mulya: “Ketika engkau hendak shalat basuhlah wajahmu, dan kedua tanganmu sampai sikut, dan usaplah kepalamu dan dua kakimu sampai mata kaki”.
[Surah Al-Maidah ayat 6]
Penting nih, baca terus ah!

Batalnya Wudhu

LDII - Batalnya Wudhu - Tidak ada yang membatalkan wudhu kecuali sesuatu yang keluar dari dua lubang: farji dan dubur. Jadi yang membuat wudhu seseorang batal yaitu: kentut, berak, kencing, keluarnya air mani dan madzi. Khusus laki-laki yang mengeluarkan mani tidak hanya wajib berwudhu namun juga harus mandi jinabat. Keluarnya darah haid dan nifas pada wanita juga membatalkan wudhu.

Sementara itu keluarnya darah dari luka kulit, atau nanah yang keluar dari jerawat atau borok tidak membuat wudhu seseorang batal. Keluarnya darah dan dahak dari mulut juga tidak membatalkan wudhu. Seseorang yang batal wudhunya saat sedang mengerjakan shalat maka batal pula shalatnya dan harus mengulangi wudhu dan shalat dari awal.
Menarik, baca terus ah!

Sunnah Memelihara Jenggot

LDII - Sunah Memelihara Jenggot - Rasulullah shalallohu alaihi wasallam memerintahkan kaum Muslimin mencukur tipis kumis dan melebatkan jenggot. Memelihara jenggot menjadi sunnah dalam Islam karena tidak ada ancaman siksa bagi orang Islam yang tidak memiliki jenggot. Orang yang benci sunnah berjenggot atau tidak suka orang berjenggot bukanlah golongan Nabi alias dia bukan orang Islam.

2763 – حَدَّثَنَا الحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الخَلَّالُ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «احْفُوا الشَّوَارِبَ وَاعْفُوا اللِّحَى» : «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ»
__________
[حكم الألباني] : صحيح

… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tipiskanlah kumis dan lebatkan jenggot”.

[Hadist Sunan Termidzi No. 2763 Kitabul Adab]

Asyik nih, baca terus ah!

Keutamaan Berwudhu

LDII - Keutamaan BerwudhuMeskipun, berwudhu tidak termasuk dalam Rukun Islam namun seorang Muslim wajib berwudhu sebelum shalat. Wudhu merupakan syarat sahnya sholat. Bukanlah shalat bila seseorang tidak berwudhu.

Selain itu amalan berwudhu juga memiliki keutamaan yang sangat besar. Sebagaimana tertulis dalam hadist Termizi No. 2, seorang Muslim yang sedang berwudhu maka rontoklah dosa-dosa yang telah dia perbuat bersama tetesan air wudhu.
Bagus sekali, baca terus ah!