Kitabu ‘Ilal Hadist Sunan Termidzi

Salah satu keunikan hadist Termidzi adalah karena mencantumkan hadist dhoif di dalam kitabnya.

Kitabu ‘Ilal merupakan catatan lampiran Hadist Sunan Termidzi yang berisi perihal cacatnya hadist-hadist.

Dalam sarah Kitabul ‘Ilal Termidzi menjelaskan, beliau Termidzi bertujuan menunjukkan pada manusia tentang keadaan para perowi dhoif itu karena beliau merasa cinta dengan agama Islam dan ingin menjaga kemurniannya.

Menurut Termidzi kesaksian tentang ilmu agama lebih wajib dijaga dibanding kesaksian tentang hak-hak dan harta manusia.
Baca lebih lanjut

Iklan

Cinta Pada Orang Miskin

Allah dan Rasul mengajarkan pada kaum Muslimin agar mencintai dan mau bergaul dengan orang miskin.

Melalui surah Al-An’am ayat 52 Allah Ta’ala melarang umat Islam meninggalkan / mengabaikan / meremehkan orang miskin yang beriman.

وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ (52)

“Janganlah kalian mengusir orang-orang yang menyembah Tuhan mereka pada waktu pagi dan sore karena berharap wajah Allah, bukanlah tanggungjawabmu menilai mereka sedikitpun juga pahalamu tidak tergantung pada mereka, apabila engkau meninggalkan mereka maka engkau tergolong orang-orang yang dzalim”.
Baca lebih lanjut

Telaga Kausar

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: « . . .، وَأَوَّلُ مَنْ يَرِدُهُ عَلَيَّ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ، الدُّنْسُ ثِيَابًا، وَالشُّعْثُ رُءُوسًا، . . . »
“Mereka yang pertama kali datang di telaga Kautsar adalah orang-orang miskinnya Muhajir yang lusuh bajunya dan kusut rambutnya”.

[Hadist Ibnu Majah No. 4303 Kitabul Zuhdi]
 
Allah Ta’ala memberikan kepada Nabi Muhammad telaga Kautsar sebagai safaat / pertolongan bagi umat Islam pada hari kiamat.

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1)

“Sesungguhnya Aku (Allah) memberimu telaga Kautsar”
[Surah Al-Kautsar ayat 1]

Diantara sifat-sifat telaga Kaustar sebagaimana digambarkan dalam Hadist Ibnu Majah Bab Nomor 36 Kisah Tentang Telaga Kautsar yaitu airnya putih melebihi susu dan manisnya melebihi madu.

Gayung minum yang disediakan sebanyak hitungan bintang di langit.

Orang-orang yang minum air telaga Kautsar tidak akan haus selamanya pertanda mereka akan masuk Surga.
Baca lebih lanjut

Menjaga Aurat

Rasulalloh sholallohu alaihi wasallam memerintahkan kaum Muslimin dan Muslimat agar menjaga auratnya kecuali terhadap istrinya / suaminya masing-masing.

Menjaga aurat berarti menutupi seluruh anggota badan dari pandangan orang lain, yang bukan mahromnya.

Bagi wanita seluruh anggota tubuh adalah aurat yang harus ditutupi kecuali wajah dan telapak tangan sesuai dengan Firman Allah dalam Surah An-Nur ayat 31 dan Hadist Termidzi No. 1173 Abwabu Rodho’.
Baca lebih lanjut

Siksa Kubur

Orang-orang yang tidak beriman sudah akan mengalami siksa Allah semenjak sekaratul maut hingga di kubur sampai hari kiamat, sebagaimana Firman Allah dalam surah Al-An’am ayat 93.

إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ (93)

“Ketika orang-orang dzalim dalam keadaan sekaratul maut dan malaikat menjulurkan tangannya untuk mengeluarkan ruh kamu saat itulah engkau mulai dibalas dengan siksa yang hina sebab kamu sekalian berkata atas Allah secara tidak benar dan kamu sekalian terhadap ayat-ayat Allah merendahkan”.
Baca lebih lanjut

Kisah Ashabul Ukhdud

Dalam Hadist Sunan Termidzi No. 3340, Shuhaib meriwayatkan:

Pada suatu sholat ashar Rasulullah s.a.w. menggumam – gumaman diantara ucapannya, Nabi menggerak-gerakkan dua bibirnya seolah-olah beliau sedang berbicara.

Ditanyakan pada Nabi: “Engkau wahai Rasulullah waktu sholat ashar bergumam”.

Nabi menjawab: “Seorang Nabi dari beberapa Nabi merasa takjub dengan umatnya”.
Baca lebih lanjut

Surah Al-Waqi’ah ayat 79

“Tidak ada yang dapat menyentuh Al-Quran kecuali orang-orang yang disucikan”.


Hadist Shohih Bukhari Bab No. 47 Kitabu Tauhid menafsirkan kandungan surat Al-Waqi’ah ayat 79: لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

Abu Rozin menafsirkan: “Tidak ada yang bisa menjumpai nikmatnya Qur’an dan manfaat Qur’an kecuali orang-orang yang beriman dengan kitab suci Al Quran. Dan tidak ada yang mengamalkan kebenaran Quran kecuali orang yang yakin”.
Baca lebih lanjut