Larangan Tato, Menyambung Rambut, Mencabut Alis dan Merubah Ciptaan Allah

Larangan dalam IslamRasulullah s.a.w. melarang kaum Muslimin mentato tubuh, menyambung rambut, mencabut alis dan merubah ciptaan Allah.

Larangan tersebut tidak terdapat dalam Al Quran namun wajib ditaati oleh setiap orang Islam berdasarkan dalil:

وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا – سرة الحشر اية 7

Apa-apa yang Rasul berikan padamu ambillah (taatilah) dan apa-apa yang Rasul larang maka berhentilah
[Surat Al Hasyr ayat 7)]
Baca lebih lanjut

Gerhana Matahari

LDII - Gerhana Matahari
Gerhana matahari adalah salah satu tanda kebesaran Allah.

Gerhana jangan diartikan macam-macam, dan yang bukan-bukan.

Gerhana jangan dikaitkan dengan kematian atau kelahiran seseorang dan bukan sebagai firasat tertentu.

Ketika terjadi gerhana Rasulullah s.a.w. memerintahkan kaum Muslimin untuk shalat. bersedekah dan mohon perlindungan pada Allah.
Baca lebih lanjut

Bom Bunuh Diri

Bunuh DiriHadist Bukhari No.4202 Kitabul Ghozi mengisahkan tentang seorang sahabat yang berperang bersama Rasulillah s.a.w. di Khaibar.

Laki-laki yang bernama Quzman ini diketahui sangat gigih dan semangatnya luar biasa dalam pertempuran.

Ketika masing-masing pasukan, pasukan Muslim dan pasukan Kafir mundur, Quzman masih terus memburu musuh yang menyendiri atau terpisah dari rombongan.

Sayangnya, ketika terluka, ia merasa kesakitan dan tidak sabar ingin segera mati.

Kemudian Quzman menusukkan pedangnya ke dadanya dan mati bunuh diri.

Rasulullah s.a.w. menghukuminya sebagai ahli NERAKA!
Baca lebih lanjut

Tawakal dan Yakin

yakin-tawakalNabi shalalllohu alaihi wasallam menasehati kaum Mukminin agar bertawakal dan yakin.

“Apabila kalian bertawakal kepada Alloh sebenar-benarnya tawakal, Allah pasti memberi rizki pada kalian sebagaimana Alloh memberi rizki pada burung. Burung-burung itu lapar di pagi hari dan sore harinya kenyang”. Demikian sabda Nabi dalam Hadist Ibnu Majah No. 4164 Kitabul Zuhdi.

Tawakal berarti taat dan pasrah melaksanakan ibadah sesuai tuntunan Allah dan Rasul serta ridho dengan qodar Allah. Hidup sak dermo tidak ongso-ongso, “nrimo ing pandum”, tidak meninggalkan kewajiban agama untuk memburu kehidupan dunia.
Baca lebih lanjut

Mengikuti Sunah Nabi dan Sunah Khalifa Ar-Rosyidin Al-Mahdiyin

Irbath bin Saariyah meriwayatkan:
Rasulullah s.a.w. memberikan nasehat yang membuat mata umat bergelinang air mata, dan hati mereka bergetar.

Kami bertanya: “Wahai Rasulalloh, Sesungguhnya nasehat engkau seolah-oleh nasehatnya orang yang berpamitan, apakah yang engkau wasiatkan pada kami?”

Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Sungguh-sungguh telah aku tinggalkan pada kalian sesuatu yang putih, malamnya nampak seperti siangnya. Tidak akan ada yang menyimpang sepeninggalku kecuali orang-orang yang rusak.
Baca lebih lanjut

Keutamaan Membaca Tasbih

Keutamaan Membaca TasbihAda dua kalimat yang ringan diucapkan namun berat bobotnya di timbangan amal. Kedua kalimat itu disenangi oleh Allah, yaitu :

، سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

(Subhanallohi wabihamdihi subhanaloohil’adhiiim)
Artinya: “Alloh Maha Suci dan Maha Terpuji, Alloh Maha Suci Maha Agung”

Demikian sabda Nabi shalallohu alaihi wasallam seperti tertulis dalam Hadist Ibnu Majah No. 3806 Kitabul Adab.
Baca lebih lanjut

Hati-hati Menerima Omongan

LDII  -Sebagai Nabi Utusan Allah, Rasulullah s.a.w. mengaku manusia biasa. Artinya, dalam menghukumi atau menilai suatu perkara beliau bisa salah.

Keputusan Nabi dalam menghukumi pihak-pihak yang berselisih berdasarkan apa-apa yang nampak secara lahiriah, bukan atas dasar bisikan gaib, kemampuan supranatural, prasangka, atau niti-niti (menyelidik).

Keputusan seorang juru hukum bisa salah akibat kepiawaian salah satu pihak dalam berbicara, berdebat atau berargumentasi.
Baca lebih lanjut